Sebuah survei yang dilakukan oleh Nokia melaporkan bahwa hanya 3 persen masayarakat yang mendaur ulang handphone mereka. Kebanyakan dari responden menyatakan bahwa mereka memiliki handphone yang tidak mereka gunakan lagi di rumah. Tapi mereka tidak mau mendaur ulangnya. [Sellular news]
Tiga dari sepuluh orang responden menyatakan bahwa mereka tidak pernah kepikiran untuk mendaur ulang handphone mereka. Survey ini dilakukan dengan cara interview (wawancara gitu loh) dengan sekitar 6500 orang di 13 negara berbeda. Negara-negara peserta survey itu antara lain: Finland, Germany, Italy, Russia, Sweden, UK, United Arab Emirates, USA, Nigeria, India, China, Indonesia and Brazil (nah loo kok ada Indonesianya...)
Sebagai Ilustrasi akan pentingnya mendaur ulang handphone, Markus Terho
direktur urusan Lingkungan Nokia menggambarkannya dengan:
"Jika tiga milyar masayrakat dunia yang memiliki handphone mau mengembalikan masing-msing satu handphone yang tidak lagi dipakai kepada kami untuk didaur ulang, maka kami dapat menghemat 240.000 ton rongsokan (yang dapat dipergunakan kembali) and tentunya akan mengurangi efek rumah kaca setara dengan melenyapkan 4 juta mobil dari jalanan. [nokia]